Kamis, 28 Maret 2019

Benarkah Aksesoris dari Batu dan Magnet Bisa Menyehatkan

Hampir semua orang mungkin sempat memakai aksesoris untuk mempercantik penampilan, baik itu gelang, kalung, cincin, alias tipe aksesoris lainnya. Biasanya aksesoris dibangun dari logam, semacam perak, perunggu, emas, alias lainnya. Tetapi, sekarang juga telah tak sedikit aksesoris yang dibangun dari magnet alias batuan alam yang mengklaim sanggup menyehatkan tubuh. Benarkah ?

Benarkah Aksesoris dari Batu dan Magnet Bisa Menyehatkan

Beberapa tipe aksesoris yang terbuat dari magnet dan bebatuan alamiah sekarang lumayan laris di pasaran. Mengingat ada tak sedikit kegunaaan yang ditawarkan. Mungkin sebelumnya Kamu sempat mendengar tentang aksesoris yang tak hanya bisa mempercantik penampilan, tetapi juga sekaligus berkegunaaan untuk mencegah dan mengobati penyakit.

Hal ini pasti menjadi percakapan publik, menyusul adanya kesaksian dari salah satu produsen gelang kesehatan yang mengklaim bahwa mereka mempunyai lumayan bukti ilmiah yang mendukung kegunaaan yang digembar-gemborkan selagi ini.

Lalu, benarkah aksesoris dari batu dan magnet bisa menyehatkan tubuh ?

Terapi magnetik adalah salah satu prosedur medis pilihan yang diklaim bisa mencegah dan menyembuhkan penyakit. Langone Medical Center di New York University mengabarkan bahwa setidaknya terapi magnet telah ada sejak 2.000 tahun lalu. Para tabib di Eropa dan Asia meyakini bahwa logam tersebut bisa hebat penyakit keluar dari dalam tubuh.

Dalam pelaksanaannya, prosedur ini memakai magnet statis yang disisipkan ke beberapa bentuk, tidak hanya aksesoris, juga bisa dalam bentuk pakaian, sepatu, bahkan tempat tidur. Magnet statis tak jarang kali diklaim mempunyai performa untuk merubah medan bioenergetik alias biofield, yang adalah medan energi yang konon mengelilingi tubuh.

Klaim lain kepada magnet ini yaitu dipercaya sanggup menambah ajaran darah, jadi lebih cepat menyembuhkan jaringan rusak. Klaim-klaim in mungkin terdengar masuk akal, mengingat darah terbukti mengandung zat besi, sedangkan sifat magnet adalah hebat besi.

Tetapi faktanya, logam di dalam darah saling berkaitan dengan hemoglobin dan tak bersifat feromagnetik (luar biasa magnet). Apabila darah bersifat feromagnetik, maka tubuh bakal meledak ketika menjalani tes kesehatan magnetik semacam pemindaian MRI. Pasalnya, pada alat MRI tersedia magnet dengan kekuatan magnetik ribuan kali lebih kuat daripada magnet dalam aksesoris kesehatan tersebut.

Sedangkan magnet pada aksesoris kesehatan mempunyai medan magnet yang sangat lemah, jadi kekuatan magnetiknya bakal susah menembus kulit. Umumnya magnet terapi hanya berutidak lebih 400 hingga 800 gauss (satuan unit kekuatan magnet).

Selain magnet, prosedur pilihan lain yang juga lumayan tak sedikit diminati adalah aksesoris yang terbuat dari kristal alias bebatuan alam. Para pendukung metode ini percaya bahwa bahan-bahan tersebut bisa bertindak sebagai media penyembuhan, membikin energi positif masuk ke dalam tubuh dan mengeluarkan energi negatif yang menjadi penyebab timbulnya penyakit.

Mesikipun digolongkan sebagai psudosains oleh para peneliti dan pakar medis, tetapi terapi kristal dan batuan alamiah ini sangat terkenal di gunakan di spa, klinik kesehatan, alias panti pijat sebab dipercaya sanggup menolong relaksasi di titik-titik tertentu pada tubuh. Salah satu contohnya, batu amethyst alias kecubung diyakini berguna untuk usus, kemudian aventurine hijau bisa menyehatkan jantung, dan tetap tak sedikit tipe lainnya.

Terbukti ada sebagian orang yang begitu yakin dengan khasiat aksesoris yang diklaim berguna tersebut. Tubuh mereka semacam merasakan sebuahperbedaan saat memakainya.

Tetapi, sebetulnya efek benda-benda tersebut kepada tubuh hanya bersifat temporer jadi kegunaaannya tak maksimal. Yang lebih memprihatinkan lagi, masyarakat modern sekarang hanya ingin sesuatu yang instan, mudah, dan terjangkau, salah satunya yaitu dengan mekegunaaankan aksesoris dari batu dan magnet ini. Ketidak sedikitan masyarakat yang lebih berminat untuk membeli gelang alias kalung kesehatan dibandingkan dengan wajib berolahraga, mengatur pola makan, dan menjalankan pola nasib sehat.

Padahal, untuk nasib sehat dan bugar, yang diperlukan adalah kerja keras dan olahraga dengan cara teratur, mengonsumsi makanan sehat, istirahat cukup, dan mengecekkan kesehatan dengan cara teratur. Itu adalah kunci mutlak untuk menambah nilai nasib yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar